Buku terjemahan milik Adonis ini beruasaha memaparkan pokok bahasan tentang sejarah arkeologi di wilayah Arab-Islam. Adonis sendiri adalah sastrawan Arab kontroversial yang bernama asli Ali Ahmad Said Asbar. Lahir di Suriah 1930, Adonis telah memenangi banyak penghargaan, diantaranya International Poetry Forum di Pittsburg (1971), Jean Malrieu Etranger (1991), Prix de La Mediterranee dan Goethe…
Buku ini berisi tentang sejarah hidup Nabi Muhammad Saw., terlengkap mulai dari kondisi sosial Jazirah Arab pada masa Jahiliah, mengapa Nabi Saw. diutus di Jazirah Arab, kondisi sosial Makkah pada zaman kelahiran Islam. Selain itu, di dalam buku ini juga diulas tentang sejarah Islam periode Makkah, seperti tentang permulaan diutusnya Nabi Saw. sampai peristiwa hijrah, dan peristiwa Isra’ Miâ€â€¦
Bukan saja karena persoalan-persoalan politik sangat menentukan perkembangan aspek-aspek peradaban tertentu seperti yang terlihat di buku karya Dr. Badri Yatim, M.A., tapi terutama karena sistem politik dan pemerintahan itu sendiri merupakan salah satu aspek penting dari peradaban, sebagaimana disebutkan di atas, karena itulah uraian dalam sejarah politik Islam sangat dominan seperti sistem pem…
Buku ini merupakan hasil penelitian yang dilakukan selama 5 kurang lebih bulan dengan mengambil empat lokasi perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negri (PTKIN) di Indonesia ayitu: UIN Yogyakarta, UIN Mataram, UIN Makassar, dan IAIN Madura. Keempat PTKIN di empat kota besar ini dipandang sebagai representasi perguruan tinggi Islam yang secara konseptual bamyak melahirkan tulisan tentang konsep Islam…
Rasullullah SAW telah bersabda: “Anak itu disembelihkan aqiqah pada hari ketujuh dari kelahirannya, kemudian diberi nama dan dibersihkan segala kotorannya. Jika telah berumur enam tahun didiklah beradab, dan jika telah berumur sembilan tahun dipisahkan tempat tidurnya dan jika telah berumur tiga belas tahun maka dipukullah jika meninggalkan shalat. Jika telah berumur enam belas tahun maka aya…
Bagaimana kita memahami pluralisme dalam beragama? alih-alih kita memahami makna pluralisme secara benar yang muncul justru gambaran pemahaman yang terfragmentasi; bahwa masyarakat kita mejemuk, beraneka ragam, terdiri dari berbagai suku dari agama. Pluralisme harus dipahami sebagai pertalian sejati kebinekaan dalam ikatan-ikatan keadaban.