Buku ini membahas tuntuas bagaimana islam memandang persoalan remaja dan bagaimana islam memformulasikan metode-metode dalam membimbing anak remaja, agar memiliki katakter yang islami
Buku ini memberikan tips-tips dalam menghadapi anak kecil.
Kejelian penulis untuk membidik proses pendidikan dari sejak janin hingga pra-nikah, merupakan keistimewaan tersendiri buku ini. Fase sangat menentukan yang menjadi tanggungjawab orang tua untuk menghitamputihkan anak-anak mereka. Beginilah nabi mendidik anak. Mengagumkan, mengesankan, akan memaksa airmata keharuan anda meleleh...yang akan bermuara pada kesimpulan: beginilah cara beliau melahir…
Buku ini diharapkan memberikan nuansa baru dalam rangka pengembangan pendidikan Islam dewasa ini. Persoalan semacam ini terus diharapkan dalam dunia pendidikan, apalagi dengan benyaknya pemikiran yang terus berkembang dalam kehidupan modern saat ini..
Tentang konsep pengembangan pendidikan berbasis akhlak Islam di Indonesia.
Buku ini berikhtiar memperkenalkan teori pendidikan yang didasarkan atas sumber-sumber Islam yang otentik. Didalamnya diuraikan masalah pokok bertalian dengansifat dasar manusia, hakikat ilmu pengetahuan, kualitas pendidik yang baik, dan petunjuk-petunjuk tentang oraganisasi materi dan metode pengajaran. Buku ini berisi anjuran agar kaum muslimin mempelajari dan meneliti kebenaran yang sempurna…
Kehadiran buku Ideologi Pendidikan Islam ini dimaksudkan untuk memberikan alternatif landasan pendidikan di tengah-tengah membanjirnya berbagai ideologi kontemporer seperti pluralisme, posmodernisme, dan feminisme. Disadari sepenuhnya bahwa dengan menggunakan format ideologi dapat terkesan kaku dan eksklusif. Tetapi dengan paradigma humanisme teosentris, kekakuan dan eksklusivitas itu akan menc…
Buku ini memberikan gambaran bagaimana pengelolaan dakwah persyarikatan harus dilakukan dan bagaimana model implementasi prinsip manajerial di dalam pengelolaan organisasi, pengelolaan program, dan pengelolaan kegiatan-kegiatan dapat diterapkan
Pendidikan Islam pasca Order Baru mengalami pengeseran paradigma dari doktrinir ke dialogis. Secara episternologis, ia beranjak dari pemahaman serba teks ke konteks, dan secara praktik lebih mengedepankan pendidikan yang berwawasan kultural dan budi pekerti ketimbang yang struktul dan abstraktif.