# /var/www/html/opac/lib/SearchEngine/SearchBiblioEngine.php:685^ "Engine ⚙️ : SLiMS\SearchEngine\SearchBiblioEngine"
^ "SQL ⚒️"
^ array:2 [ "count" => "select count(sb.biblio_id) from search_biblio as sb where sb.opac_hide=0 and ((match (sb.topic) against (:subject in boolean mode)))" "query" => "select sb.biblio_id, sb.title, sb.author, sb.topic, sb.image, sb.isbn_issn, sb.publisher, sb.publish_place, sb.publish_year, sb.labels, sb.input_date, sb.edition, sb.collation, sb.series_title, sb.call_number from search_biblio as sb where sb.opac_hide=0 and ((match (sb.topic) against (:subject in boolean mode))) order by sb.last_update desc limit 10 offset 0" ]
^ "Bind Value ⚒️"
^ array:1 [ ":subject" => "'+\"antropologi manusia masyarakat\"'" ]
Wanita Jawa tidak perlu menjadi maskulin untuk mendapatkan kekuasaan, tetapi justru ia harus memanfaatkan kefemininitasnya.
After the Fact adalah suatu plesetan permainan kata-ganda, dua kelokan dan makna harfiahnya. Pada tataran harfiahnya, ia bermakna mencari fakta-kenyataan-yang memang dalam kenyataannya-in fact-telah dan masih harus dilakukan
Buku ini merupakan kontribusi positif penulisnya dalam pengembangan khazanah ilmu pengetahuan dalam bidang ilmu sosial (social-sciences), agama (erligious), dan pendidikan (education)-dalam perubahan sosial
Buku ini menarik tidak saja karena penulisnya yang menggunakan perspektif sosiologis dalam karya-karya sebelumnya, tapi juga menarik karena tidak terjebak pada dominasi marxisme yang menjadi pendekatan favorit penulis.